Menulis kaligrafi merupakan salah satu aktivitas yg sgt asyik dan menyenangkan.Tak hanya itu menulis kaligrafi juga bisa menghilangkan stress lo..!
Dalam menulis kaligrafi yg terpenting adalah keuletan dan kesabaran.kreativitas yg tinggi jg harus dibubuhkan,karma disini kita harus mengombinasikan antara huruf satu dan lainnya ,agar terlihat cantik dipandang.
Salah satu perintis dalam sejarah kaligrafi arab
- IBNU MUQLAH
Dialah Abu Ali Muhammad ibnu AlHasan Ibnu Abdullah Ibnu Muqlah,seorang penulis budayawan,khattat dan perdana mentri.Dia dilahirkan di
272 H./889 M.memiliki kecenderungan bakat dalam kebudayaan khususnya bahasalalu menekuni keindahan kaligrafi sehingga menguasai sepenuhnya.Ibnu muqlah mengupas terus karirnya yg telah mekar dibidang kepegawaian sehinggs meraih jabatan perdana mentri.Jabatan puncak itu berhasil didudukinya tiga kali berturut-turut,terakhir bersama kholifah Al Rodi yg menahannya pada sebuah kamar di sudut istana.Ibnu Raiq,salah seorang mentri di kekholifahan,memotong lengannya dan menyimpannya ditempat bui Ibnu Muqlah.Di depan barang berharga yg telah cerai dari tubuhnya itu,Ibnu Muqlah meratap:”Dengan tangan ini aku telah berbakti pada para kholifah dan berhasil menulis dua buah AlQur’anul Karim.Engkau putuskan tangan ku,sebagai mana kau buntungi tangan-tangan pencuri.”Beliau kemudian bersenandung :”Pabila menangis sebagian kamu,maka tangisilah yg sebagian karma yg satu bagian dekat dari sebagian lainnya.”
Ibnu Muqlah menggores tinta dg lengan atas dan melatih tangan kirinya hingga lancar,namun musibah dating silih berganti.Ibnu Muqlah mendapat hukuman potong lidah kemudian dibunuh tahun 328 H.Dalam usia
56 tahun dan dikuburkan di istana kholifah.
Kuburannya digali kembali atas permintaan keluarganya,dan pihak istana menyerahkan jasad beliau untuk di pendam ulang.Namun istrinya memintanya maka kuburan tersebut dibongkar lagi dan kembali dikuburkan dirumah istrinya tercinta.
Perjalanan beliau meniti kisah hidup yang unik ,menjabat perdana menteri tiga kali dan setelah wafat dikuburkan tiga kali pula.Hanya saja popularitas ibnu Muqlah sebagai kaligrafer melebihi kemasyhurannya sebagai perdana mentri.Ia menguasai penuh geometri(ilmu ukur) yang menolongnya dalam mengembangkan seni tulis kaligrafi.keindahan tulisannya yang menakjubkan banyak diurai dalam kitab-kitab sejarah dan seni.semula,orang-orang Arab hanya menggunakan khath kufi untuk menulis Al-Quran.Ibnu Muqlah datang memberikan alternatif baru dengan mengembangkan khath naskhi yang serta merta dipelajari orang karena keindahannya dan mudahnya digoreskan.
Tulisan ini selanjutnya,dijadikan sandaran para pelukis untuk menulis Al-Quran
Sementara khath kufi cukup hanya digunakan menulis nama-nama suratnya saja.


